Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12) "Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya."

Firman Tuhan menjadi pedang bermata dua bagi setiap orang yang membaca dan memahaminya. Firman Tuhan dapat memberikan kehidupan bagi yang hidup dan kebinasaan bagi yang mati. Dalam Alkitab, terdapat banyak ayat yang menggambarkan kekuatan Firman Tuhan yang seperti pedang bermata dua. Keberhasilan dan Kegagalan Firman Tuhan membawa keberhasilan bagi orang yang mempercayainya dan mengikuti kehendak-Nya. Di dalam Kitab Suci, kita dapat membaca banyak kisah tentang keberhasilan yang dicapai oleh orang-orang yang setia kepada Tuhan. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang tidak mematuhi perintah-Nya. Kegagalan dan kebinasaan menanti mereka yang tidak taat kepada Tuhan. Kebenaran dan Kesalahan Firman Tuhan adalah sumber kebenaran yang mutlak. Di dalamnya terdapat banyak ayat yang memberikan petunjuk tentang apa yang benar dan apa yang salah. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang menolak untuk menerima kebenaran. Kesalahan dan kekeliruan menanti mereka yang tidak mengikuti ajaran Tuhan. Kasih dan Keadilan Firman Tuhan mengajarkan tentang kasih dan keadilan. Di dalamnya terdapat banyak ayat yang membahas tentang cinta Tuhan terhadap manusia dan keadilan-Nya yang sempurna. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang tidak menghargai kasih dan keadilan-Nya. Hukuman dan kesengsaraan menanti mereka yang menolak untuk hidup dalam kasih dan keadilan Tuhan. Kegembiraan dan Kesedihan Firman Tuhan memberikan kegembiraan bagi mereka yang mempercayai-Nya. Di dalam Kitab Suci, kita dapat membaca banyak ayat yang memberikan harapan dan kekuatan bagi orang-orang yang hidup dalam iman. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang tidak hidup dalam iman. Kesedihan dan dukacita menanti mereka yang tidak mempercayai Tuhan. Keselamatan dan Kehancuran Firman Tuhan adalah jalan keselamatan bagi setiap manusia. Di dalamnya terdapat banyak ayat yang mengajarkan tentang keselamatan yang tersedia melalui iman kepada Yesus Kristus. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang menolak untuk menerima keselamatan. Kehancuran dan kebinasaan menanti mereka yang menolak untuk mempercayai Kristus sebagai Juruselamat mereka. Kesimpulan Firman Tuhan memang seperti pedang bermata dua. Dalam Alkitab, kita dapat membaca banyak ayat yang menggambarkan kekuatan dan kuasa Firman Tuhan. Namun, Firman Tuhan juga dapat menjadi pedang bermata dua bagi mereka yang tidak taat kepada-Nya. Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam iman dan taat kepada Tuhan, sehingga kita dapat merasakan keberhasilan dan keselamatan yang tersedia hanya melalui Firman Tuhan yang hidup. 2021-05-25

FirmanTuhan dalam Zakharia 1 : 4 "Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN
Ibrani 412 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Banyak orang salah menafsirkan perkataan firman “pedang bermata dua” dengan arti bahwa firman itu berlaku bagi anda, tetapi juga berlaku bagi saya. Firman Tuhan memang berlaku bagi setiap orang, baik pemberita maupun pendengar akan tetapi, bagian nas Firman Tuhan ini tidak dalam konteks membicarakan mengenai aplikasi dan penerapan Firman. Tetapi konteks Firman ini berbicara mengenai satu peringatan dan nasihat bahwa orang percaya harus sungguh-sungguh hidup berdasarkan Firman Tuhan yang murni yang mampu merasuk sampai ke dalam jiwa kita untuk mempertajam dan memperteguh keyakinan iman kita kepada Kristus. Penulis Ibrani memberikan suatu penekanan terhadap kegagalan Israel menjadi contoh yang baik bagi generasi penerusnya. Selama menjadi umat Allah, banyak sekali kegagalan yang ditimbulkan oleh ketidaktaatan Israel di dalam mematuhi segala nasihat dan hukum Allah. Oleh karena itu mereka tidak dapat masuk ke tempat perhentian yang Allah telah sediakan. Di dalam perjalanan kita mengiring Tuhan, kita seringkali juga gagal menjadi orang yang tetap setia di dalam menaati segala perintah Tuhan. Akan tetapi kita bersyukur memiliki Firman Allah yang diberikan kepada kita. Firman Allah ini memiliki ketajaman yang sungguh sehingga mampu membedakan pertimbangan dan pikiran kita. Oleh sebab itu kita harus merespon kepada Injil Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh mau berusaha menaati agar kita bisa masuk ke dalam perhentian terakhir bersama dengan Yesus Kristus Tuhan kita. Usaha kita memang bukanlah suatu jaminan kita masuk ke dalam perhentian teakhir kita, karena semua telah dikerjakan oleh Allah. Tetapi tanpa usaha, kita tidak membuktikan diri sebagai penerima Anugerah itu, dan tanpa usaha kita tidak benar-benar menjadi seorang yang bersungguh-sungguh di hadapan Allah. Oleh karena itu, ketika kita sudah menerima karunia keselamatan, maka kerjakanlah itu dengan hidup taat dan setia dihadapan-Nya. Amin. DOA “Firman-Mu membuka hati dan pikiran kami, ya Allah.. Ajarlah kami untuk mampu berjuang hidup taat dan setia akan Firman-Mu. Amin”
Berikutadalah beberapa ayat alkitab atau Firman Tuhan yang membahas tentang orang yang berbuat jahat. Silahkan disimak. 1. Amsal. Amsal 8:13 "Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." Amsal 10:12
Parallel Verses A Bíblia Sagrada Esta é uma palavra fiel, e digna de toda a aceitação, que Cristo Jesus veio ao mundo, para salvar os pecadores, dos quais eu sou o principal. New American Standard Bible It is a trustworthy statement, deserving full acceptance, that Christ Jesus came into the world to save sinners, among whom I am foremost of all. Referências Cruzadas 1 Coríntios 159 Porque eu sou o menor dos apóstolos, que não sou digno de ser chamado apóstolo, pois que persegui a igreja de Deus. 1 Timóteo 31 ESTA é uma palavra fiel se alguém deseja o episcopado, excelente obra deseja. 2 Timóteo 211 Palavra fiel é esta que, se morrermos com ele, também com ele viveremos; Tito 38 Fiel é a palavra, e isto quero que deveras afirmes, para que os que crêem em Deus procurem aplicar-se às boas obras; estas coisas são boas e proveitosas aos homens. Mateus 121 E dará à luz um filho e chamarás o seu nome Jesus; porque ele salvará o seu povo dos seus pecados. Mateus 913 Ide, porém, e aprendei o que significa Misericórdia quero, e não sacrifício. Porque eu não vim a chamar os justos, mas os pecadores, ao arrependimento. Mateus 2028 Bem como o Filho do homem não veio para ser servido, mas para servir, e para dar a sua vida em resgate de muitos. Marcos 217 E Jesus, tendo ouvido isto, disse-lhes Os sãos não necessitam de médico, mas, sim, os que estão doentes; eu não vim chamar os justos, mas sim os pecadores. João 316-17 Porque Deus amou o Mundo de tal maneira que deu o seu Filho unigénito, para que todo aquele que nele crê não pereça, mas tenha a vida eterna. Efésios 38 A mim, o mínimo de todos os santos, me foi dada esta graça de anunciar entre os gentios, por meio do evangelho, as riquezas incompreensíveis de Cristo, Lucas 532 Eu não vim chamar os justos, mas, sim, os pecadores, ao arrependimento. Lucas 1910 Porque o Filho do homem veio buscar e salvar o que se havia perdido. João 112 Mas, a todos quantos o receberam, deu-lhes o poder de serem feitos filhos de Deus; aos que crêem no seu nome; João 129 No dia seguinte João viu a Jesus, que vinha para ele, e disse Eis o Cordeiro de Deus, que tira o pecado do mundo. João 1247 E, se alguém ouvir as minhas palavras, e não crer, eu não o julgo porque eu vim, não para julgar o mundo, mas para salvar o mundo. 1 Timóteo 113 A mim, que dantes fui blasfemo, e perseguidor, e opressor; mas alcancei misericórdia, porque o fiz ignorantemente, na incredulidade. 1 João 49-10 Nisto se manifesta o amor de Deus para connosco que Deus enviou seu Filho unigénito ao mundo, para que por ele vivamos. Apocalipse 226 E disse-me Estas palavras são fiéis e verdadeiras; e o Senhor, o Deus dos santos profetas, enviou o seu anjo, para mostrar aos seus servos as coisas que em breve hão de acontecer. Jó 426 Por isso, me abomino e me arrependo no pó e na cinza. Ezequiel 1663 para que te lembres, e te envergonhes, e nunca mais abras a tua boca, por causa da tua vergonha, quando me reconciliar contigo de tudo quanto fizeste, diz o Senhor JEOVÁ. Ezequiel 3631-32 Então, vos lembrareis dos vossos maus caminhos e dos vossos feitos, que não foram bons; e tereis nojo em vós mesmos das vossas maldades e das vossas abominações. Mateus 1810 Vede, não desprezeis algum destes pequeninos, porque eu vos digo que os seus anjos nos céus sempre vêem a face de meu Pai que está nos céus. João 336 Aquele que crê no Filho tem a vida eterna; mas aquele que não crê no Filho não verá a vida; mas a ira de Deus sobre ele permanece.  Atos 326 Ressuscitando Deus a seu Filho Jesus, primeiro o enviou a vós, para que nisso vos abençoasse, e vos desviasse, a cada um, das vossas maldades.  Atos 111 E OUVIRAM os apóstolos, e os irmãos que estavam na Judéia, que também os gentios tinham recebido a palavra de Deus. Atos 1118 E, ouvindo estas coisas, apaziguaram-se, e glorificaram a Deus, dizendo Na verdade até aos gentios deu Deus o arrependimento para a vida. Romanos 324-26 Sendo justificados gratuitamente pela sua graça, pela redenção que há em Cristo Jesus, Romanos 56 Porque Cristo, estando nós ainda fracos, morreu a seu tempo pelos ímpios. Romanos 58-10 Mas Deus prova o seu amor para connosco, em que Cristo morreu por nós, sendo nós ainda pecadores. 1 Timóteo 119 Conservando a fé, e a boa consciência, rejeitando a qual alguns fizeram naufrágio na fé. Hebreus 725 Portanto, pode também salvar perfeitamente os que por ele se chegam a Deus, vivendo sempre para interceder por eles. 1 João 35 E bem sabeis que ele se manifestou para tirar os nossos pecados; e nele não há pecado. 1 João 38 Quem comete o pecado é do diabo; porque o diabo peca desde o princípio. Para isto o Filho de Deus se manifestou para desfazer as obras do diabo. 1 João 511 E o testemunho é este que Deus nos deu a vida eterna; e esta vida está em seu Filho. Apocalipse 59 E cantavam um novo cântico, dizendo Digno és de tomar o livro, e de abrir os seus selos; porque foste morto, e com o teu sangue compraste para Deus homens de toda a tribo, e língua, e povo, e nação; Apocalipse 215 E o que estava assentado sobre o trono disse Eis que faço novas todas as coisas. E disse-me Escreve; porque estas palavras são verdadeiras e fiéis.
Ad 3. Sangkakala yang dahsyat bunyinya = firman pengajaran yang kuat, yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Wahyu 1:10,12, sangkakala yang dahsyat bunyinya = firman yang bisa didengar dan bisa dilihat wujudnya. Lukas 2:20, mendengar dan melihat firman adalah pengalaman gembala. Jadi, sangkakala yang dahsyat bunyinya adalah firman penggembalaan = firman pengajaran yang kuat Fiel é a palavra e digna de toda aceitação que Cristo Jesus veio ao mundo para salvar os pecadores, dos quais eu sou o principal.
Dankaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik" (Wahyu 1:12-16). Firman Tuhan yang Relevan:

Kata-kata seseorang biasanya mencerminkan kepribadian seseorang. Dari seorang penyabar akan jarang keluar kata-kata murka. Demikian juga kesombongan seseorang terdengar dari kata-katanya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana karakter-Nya direfleksikan oleh firman- Nya? Kita sering mengatakan bahwa firman Tuhan menguatkan dan menghiburkan hati. Itu memang benar dan itu mencerminkan sifat Allah yang setia dan membawa damai. Akan tetapi, di Surat Ibrani, sifat Allah yang lain tampak pada firman-Nya lebih tajam daripada pedang bermata dua mana kita melihat pada konteksnya di dalam Surat Ibrani sebelum perbandingan di atas keluar. Pada pasal pertama hingga pasal ketiga, penulis memperkenalkan Yesus kepada pembacanya dengan cara yang spektakuler. Yesus adalah Anak Allah, yang lebih tinggi daripada malaikat, dan juga Musa, nabi yang paling dihormati oleh orang Yahudi pembaca utama Surat Ibrani.Seperti yang sudah kita ketahui, impian orang Yahudi adalah mendapatkan perhentian di dalam Tanah Perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Mereka berpikir bahwa mereka pada akhirnya akan mendapatkan itu jika mereka menjalankan hukum Musa. Namun, penulis menunjukkan bahwa pada masa hidup Musa, banyak yang tidak masuk ke dalam Tanah Perjanjian karena tidak beriman dan tidak taat kepada Tuhan 316-19. Bahkan, setelah Yosua membawa mereka masuk ke tanah Kanaan, Yosua sebenarnya belum membawa mereka masuk ke tempat perhentian 48. Di bawah Musa dan Yosua, orang Israel belum mendapatkan apa yang sebenarnya dijanjikan. Ini tidak heran, karena perhentian yang sejati hanya di dalam Kristus “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula,” 314.Karena itu, kata “waspada” muncul beberapa kali. Penulis sadar banyak orang Yahudi yang terlena oleh identitas jasmani mereka, oleh Taurat yang mereka punyai dan praktikkan, oleh tanah yang sedang mereka tempati. Waspadalah, karena bisa saja kita merasa sudah ada bagian di dalam perjanjian Tuhan, tetapi pada akhirnya Tuhan menilai kita sebagai orang yang murtad dan tidak percaya 312-13. Orang Yahudi harus mendengar baik-baik firman Allah, baik dari Perjanjian Lama, maupun dari pengajaran Yesus dan para rasul yang mungkin belum semuanya tertulis pada waktu itu. Jika orang Yahudi tidak percaya kepada firman Allah, Allah akan menghakimi mereka dengan firman-Nya. Penampilan di luar tidak akan dapat menipu Allah,Sebab firman Allah hidup, dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh; sendi- sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya; sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. 412-13Peringatan untuk berwaspada ini juga berlaku bagi orang “Kristen” zaman sekarang. Apakah rajin menampakkan diri di gereja, ikut katekisasi, membaptiskan anak, memasukkan anak- anak ke sekolah minggu, semua fenomena ini membuktikan kita mempunyai bagian di dalam Kristus? Apalagi, jika sering tampak di gereja tetapi tidak menghormati kebaktian. Allah tidak dapat ditipu, dan firman-Nya menembusi hati terdalam. Tidak ada yang akan terlewat karena semua orang harus memberikan pertanggungan jawab. Bukankah iman akan terekspresikan pada ketaatan? Saya ingin menutup renungan ini dengan mengutip lagi dari Ibrani “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka…. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga,” 46, 11.24 Juni 2017

KalauFirman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua kita praktekan maka kita akan mengalami penyucian hati dan pikiran Ibrani 4 : 12 , Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup Porém a tua casa e o teu reino serão firmados para sempre diante de ti; teu trono será firme para a todas estas palavras, e conforme a toda esta visão, assim falou Natã a Samuel 716,17
FirmanALLAH digambarkan bagai pedang bermata dua berarti bahwa Firman ALLAH memotong kedagingan kita sehingga hidup mengalami anugerah keselamatan-Nya. Bahkan Firman ALLAH memberikan hikmat agar orang dapat mengetahui mana yang baik dan tidak. ini suatu teladan bagi kita apa ynag dilakukan oleh tuhan, sehingga kita tidak seperti para imam

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Sehinggasewaktu-waktu Iblis menyerang, kita bisa mengambil firman dan mengucapkannya dengan lantang. Ibrani 4:12 juga berkata, "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh." Inilah kuasa firman rhema yang dapat membantu kita melawan godaan Iblis.

Ibrani 41-16 Ayat 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Pedang bermata dua adalah senjata yang dipakai oleh bangsa Romawi di zaman dahulu. Memiliki dua sisi yang tajam dan ujung yang runcing, jadi ke arah mana saja seorang tentara Romawi mengayunkan pedangnya, dia sedang mengayunkan kematian. Dengan senjata itulah bangsa Romawi mampu menaklukkan dunia. FIRMAN ALLAH ITU DAHSYAT, HIDUP, KUAT, TAJAM, SANGGUP MEMISAHKAN DAN MEMBEDAKAN PERTIMBANGAN DAN PIKIRAN HATI Tetapi firman Allah ternyata lebih tajam dari pedang manapun. Firman Allah itu dahsyat, hidup, kuat, tajam, sanggup memisahkan dan membedakan pertimbangan dan pikiran hati. Firman Allah sangat berguna untuk memberi kehidupan, menyegarkan jiwa dan memberikan kekuatan baru kepada yang lemah, letih, berbeban berat dan putus asa. Firman Allah sangat tajam untuk memotong dan memisahkan segala sesuatu yang najis dengan yang kudus. Mampu menembus pikiran dan hati sanubari kita sehingga kita dapat membedakan apakah pikiran kita benar atau salah. Firman Allah sangat dahsyat dan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat kita sembunyikan di hadapan-Nya. Sebagai orang percaya kita harus bangga karena memiliki senjata yang lebih dahsyat dari senjata manapun termasuk pedang bermata dua. Setiap kali kita membaca Alkitab atau Firman Allah, sebenarnya kita sedang mengizinkan firman itu membelah hingga ke dalam hati kita dan membongkar segala kebohongan, kebusukan dan dosa dalam hati kita. KITA HARUS MEMBACA FIRMAN TUHAN SETIAP HARI SEHINGGA HIDUP KITA SENANTIASA DIBERSIHKAN DAN DIKUDUSKAN dan hidup kita menjadi berkenan di hadapan-Nya. Tuhan memberkati. DOA Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu. Saya ditegur dan dibersihkan dari kesalahan. Saya akan baca Firman Tuhan setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. vhejBHK.
  • eom63qkx6m.pages.dev/200
  • eom63qkx6m.pages.dev/251
  • eom63qkx6m.pages.dev/167
  • eom63qkx6m.pages.dev/478
  • eom63qkx6m.pages.dev/21
  • eom63qkx6m.pages.dev/97
  • eom63qkx6m.pages.dev/96
  • eom63qkx6m.pages.dev/325
  • firman tuhan seperti pedang bermata dua