Kata-kata seseorang biasanya mencerminkan kepribadian seseorang. Dari seorang penyabar akan jarang keluar kata-kata murka. Demikian juga kesombongan seseorang terdengar dari kata-katanya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana karakter-Nya direfleksikan oleh firman- Nya? Kita sering mengatakan bahwa firman Tuhan menguatkan dan menghiburkan hati. Itu memang benar dan itu mencerminkan sifat Allah yang setia dan membawa damai. Akan tetapi, di Surat Ibrani, sifat Allah yang lain tampak pada firman-Nya lebih tajam daripada pedang bermata dua mana kita melihat pada konteksnya di dalam Surat Ibrani sebelum perbandingan di atas keluar. Pada pasal pertama hingga pasal ketiga, penulis memperkenalkan Yesus kepada pembacanya dengan cara yang spektakuler. Yesus adalah Anak Allah, yang lebih tinggi daripada malaikat, dan juga Musa, nabi yang paling dihormati oleh orang Yahudi pembaca utama Surat Ibrani.Seperti yang sudah kita ketahui, impian orang Yahudi adalah mendapatkan perhentian di dalam Tanah Perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Mereka berpikir bahwa mereka pada akhirnya akan mendapatkan itu jika mereka menjalankan hukum Musa. Namun, penulis menunjukkan bahwa pada masa hidup Musa, banyak yang tidak masuk ke dalam Tanah Perjanjian karena tidak beriman dan tidak taat kepada Tuhan 316-19. Bahkan, setelah Yosua membawa mereka masuk ke tanah Kanaan, Yosua sebenarnya belum membawa mereka masuk ke tempat perhentian 48. Di bawah Musa dan Yosua, orang Israel belum mendapatkan apa yang sebenarnya dijanjikan. Ini tidak heran, karena perhentian yang sejati hanya di dalam Kristus “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula,” 314.Karena itu, kata “waspada” muncul beberapa kali. Penulis sadar banyak orang Yahudi yang terlena oleh identitas jasmani mereka, oleh Taurat yang mereka punyai dan praktikkan, oleh tanah yang sedang mereka tempati. Waspadalah, karena bisa saja kita merasa sudah ada bagian di dalam perjanjian Tuhan, tetapi pada akhirnya Tuhan menilai kita sebagai orang yang murtad dan tidak percaya 312-13. Orang Yahudi harus mendengar baik-baik firman Allah, baik dari Perjanjian Lama, maupun dari pengajaran Yesus dan para rasul yang mungkin belum semuanya tertulis pada waktu itu. Jika orang Yahudi tidak percaya kepada firman Allah, Allah akan menghakimi mereka dengan firman-Nya. Penampilan di luar tidak akan dapat menipu Allah,Sebab firman Allah hidup, dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh; sendi- sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya; sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. 412-13Peringatan untuk berwaspada ini juga berlaku bagi orang “Kristen” zaman sekarang. Apakah rajin menampakkan diri di gereja, ikut katekisasi, membaptiskan anak, memasukkan anak- anak ke sekolah minggu, semua fenomena ini membuktikan kita mempunyai bagian di dalam Kristus? Apalagi, jika sering tampak di gereja tetapi tidak menghormati kebaktian. Allah tidak dapat ditipu, dan firman-Nya menembusi hati terdalam. Tidak ada yang akan terlewat karena semua orang harus memberikan pertanggungan jawab. Bukankah iman akan terekspresikan pada ketaatan? Saya ingin menutup renungan ini dengan mengutip lagi dari Ibrani “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka…. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga,” 46, 11.24 Juni 2017
KalauFirman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua kita praktekan maka kita akan mengalami penyucian hati dan pikiran Ibrani 4 : 12 , Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup Porém a tua casa e o teu reino serão firmados para sempre diante de ti; teu trono será firme para a todas estas palavras, e conforme a toda esta visão, assim falou Natã a Samuel 716,17FirmanALLAH digambarkan bagai pedang bermata dua berarti bahwa Firman ALLAH memotong kedagingan kita sehingga hidup mengalami anugerah keselamatan-Nya. Bahkan Firman ALLAH memberikan hikmat agar orang dapat mengetahui mana yang baik dan tidak. ini suatu teladan bagi kita apa ynag dilakukan oleh tuhan, sehingga kita tidak seperti para imam
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Sehinggasewaktu-waktu Iblis menyerang, kita bisa mengambil firman dan mengucapkannya dengan lantang. Ibrani 4:12 juga berkata, "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh." Inilah kuasa firman rhema yang dapat membantu kita melawan godaan Iblis.
Ibrani 41-16 Ayat 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Pedang bermata dua adalah senjata yang dipakai oleh bangsa Romawi di zaman dahulu. Memiliki dua sisi yang tajam dan ujung yang runcing, jadi ke arah mana saja seorang tentara Romawi mengayunkan pedangnya, dia sedang mengayunkan kematian. Dengan senjata itulah bangsa Romawi mampu menaklukkan dunia. FIRMAN ALLAH ITU DAHSYAT, HIDUP, KUAT, TAJAM, SANGGUP MEMISAHKAN DAN MEMBEDAKAN PERTIMBANGAN DAN PIKIRAN HATI Tetapi firman Allah ternyata lebih tajam dari pedang manapun. Firman Allah itu dahsyat, hidup, kuat, tajam, sanggup memisahkan dan membedakan pertimbangan dan pikiran hati. Firman Allah sangat berguna untuk memberi kehidupan, menyegarkan jiwa dan memberikan kekuatan baru kepada yang lemah, letih, berbeban berat dan putus asa. Firman Allah sangat tajam untuk memotong dan memisahkan segala sesuatu yang najis dengan yang kudus. Mampu menembus pikiran dan hati sanubari kita sehingga kita dapat membedakan apakah pikiran kita benar atau salah. Firman Allah sangat dahsyat dan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat kita sembunyikan di hadapan-Nya. Sebagai orang percaya kita harus bangga karena memiliki senjata yang lebih dahsyat dari senjata manapun termasuk pedang bermata dua. Setiap kali kita membaca Alkitab atau Firman Allah, sebenarnya kita sedang mengizinkan firman itu membelah hingga ke dalam hati kita dan membongkar segala kebohongan, kebusukan dan dosa dalam hati kita. KITA HARUS MEMBACA FIRMAN TUHAN SETIAP HARI SEHINGGA HIDUP KITA SENANTIASA DIBERSIHKAN DAN DIKUDUSKAN dan hidup kita menjadi berkenan di hadapan-Nya. Tuhan memberkati. DOA Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu. Saya ditegur dan dibersihkan dari kesalahan. Saya akan baca Firman Tuhan setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. vhejBHK.